explore budaya bantul

: Parangtritis, Kretek, Bantul, Yogyakarta

Labuhan Alit Parangkusumo – Menyaksikan Hikmatnya Upacara Adat Yang Syarat Akan Mistis, Bantul – Yogyakarta
Hasil gambar untuk labuhan alit parangkusumo
Ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta bermacam-macam. Laburan Alit Parangkusumo adalah salah satu acara yang diadakan setiap tahun pada tanggal 30 Rajab dalam sistem kalender pananggalan Jawa. Kebiasaan memberi penghormatan kepada para leluhur yang telah membangun Kerajaan Mataram dilakukan oleh Raja Keraton Yogyakarta agar masyarakat dijauhkan dari segala mara bahaya telah dilakukan selama berabad-abad. Dan kini, masyarakat pun masih melestarikan adat istiadat dan juga budaya yang telah mengakar kuat sehingga tiap tahun, pelaksanaan Labuhan Alit Parangkusumo selalu ramai dibanjiri warga lokal, turis domestik maupun turis mancanegara. Dan tempatnya tentu saja di Pantai Parangkusumo.
Sekilas mengenai Pantai Parangkusumo, pantai ini termasuk salah satu pantai di Yogyakarta yang dianggap keramat. Dalam tradisi budaya Jawa, pantai ini digambarkan sebagai gerbang pintu masuk utama yang dapat ditempuh untuk masuk ke Keraton Gaib Laut Selatan, atau sebuah Kerajaan yang dikuasai oleh Ratu Laut Kidul. Maka anda tidak perlu heran kenapa Labuhan Alit Parangkusumo ini diselenggarakan di Pantai Parangkusumo karena kala itu, Ratu Kidul telah berjanji bahwa ia akan selalu melindungi Panembahan Senopati (Raja Mataram Pertama) dan seluruh keturunannya, serta Kerajaan Mataram jika terjadi kesulitan.
Dan karena tempat yang digunakan untuk ritual Labuhan Alit Parangkusumo ini berada disekitar pantai, maka anda pun dapat menikmati indahnya pantai kemudian dapat dilanjutkan dengan menyaksikan ritual adat yang telah digelar secara turun temurun hingga kini.
Lalu sekarang, bagaimana untuk dapat sampai ke Pantai Parangkusumo untuk menyaksikan ritual ini? Pantai Parangkusumo berada di Desa Parangtritis Kecamatan Kretek Kabupatan Bantul atau berjarak sekitar 30 km dari kota Yogyakarta ke arah selatan. Anda dapat melalui Jalan Parangtritis dan setelah melewati pintu retribusi, anda dapat berbelok ke arah kanan untuk menuju ke Cepuri Parangkusumo. Anda tidak perlu takut akan infrastruktur ke Pantai Parangtritis karena akses menuju kesana tergolong mulus dan kondisi jalanannya pun baik.
Tetapi, bila anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, anda dapat menumpang transportasi umum jurusan Yogyakarta – Parangtritis. Setelah sampai, anda dapat berjalan menyusuri pantai Parangtritis untuk dapat sampai ke Pantai Parangkusumo. Anda tidak perlu heran sebab dengan berjalan saja anda dapat mencapai pantai yang akan dijadikan tempat ritual Labuhan Alit Parangkusumo karena kedua pantai ini tidak dibatasi oleh apapun.
Lalu bagaimana untuk tiket masuk? Karena upacara adat ini dilakukan di Pantai Parangkusumo, sebenarnya anda hanya dikenai biaya masuk ke pantai sebesar Rp3.000 per orang. Dengan biaya parkir untuk motor Rp1.000 dan parkir mobil Rp2.000. Jika anda merasa terlalu letih berjalan kaki untuk mencapai Pantai Parangkusumo, anda juga dapat menyewa kereta kuda atau bendi dengan harga terjangkau yaitu Rp20.000 untuk sekali keliling. Anda harus datang pagi hari kesana agar tidak ketinggalan semua prosesi pelarungan sesajen ke Laut Selatan.
Nah, setelah anda tahu sekelumit cerita tentang Labuhan Alit Parangkusumo dan akses untuk menuju ke pantai, sekarang giliran menyaksikan ritual tahunan ini. Saat anda baru memasuki kawasan Pantai Parangkusumo, anda tidak perlu heran melihat banyaknya bunga setaman yang tergelar rapi dan juga aroma bunga yang tercium karena hal ini menjadi suatu hal yang biasa disana. Hidung anda mungkin juga akan mencium bau kemenyan dibakar sebab itu semua merupakan pelengkap dan bahan sesajen yang biasa digunakan untuk melakukan upacara Labuhan Alit Parangkusumo.
Upacara Labuhan Alit Parangkusumo ini dimulai dengan acara ‘pasrah penampi’ atau penyerahan sesaji yang dilakukan oleh seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta berupa pakaian Sultan, potongan kuku dan rambut milik Sultan selama satu tahun, pakaian, uba rampe atau perlengkapan lain kepada Bupati Bantul di halaman Kantor Kecamatan Kretek. Semua perlengkapan ini kemudian dibawa ke Cepuri Parangkusumo untuk didoakan sebelum di larung ke Laut Selatan.
Persembahan kepada Ratu Selatan ini kemudian diperiksa dan diberikan kepada juru kunci Pantai Parangkusumo untuk kemudian didoakan. Semua uba rampe ini dijadikan satu dan dibungkus dengan menggunakan rangkaian bambu berjumlah tiga. Dengan ditambahkan pemberat batu maka bungkusan ini pun nantinya akan tenggelam di Laut yang diusung oleh para cantrik.
Pembacaan doa dilakukan di depan batu karang yang konon dulunya digunakan sebagai tempat meditasi Panembahan Senopati sebagai Raja Mataram Pertama. Anda pun dapat melihat para abdi dalem yang begitu khusuk dalam menaburkan kembang setaman diatara dua batu karang yang dipagari oleh tembok putih setinggi 1 meter tersebut. Sedangkan abdi dalem lainnya mengubur potongan kuku dan rambut kuku Sultan disatu pojokan sebelah selatan.
Aroma kemenyan pun semakin tercium dan bagi anda yang tidak tahan dengan aroma seperti ini, ada baiknya menjauh sebentar untuk mendapatkan udara segar yang masih bisa anda dapatkan dari angin Laut Selatan. Hanya saja, anda pun harus berjubel dengan pengunjung lain karena upacara Labuhan Alit Parangkusumo menjadi salah satu magnet bagi para wisatawan tiap tahun.
Setelah semua persembahan didoakan oleh juru kunci Pantai Parangkusumo, kemudian rombongan abdi dalem yang mengenakan pakaian tradisional lurik berwarna biru, blankon di kepala serta jarit (kain) yang dipakai itu bergerak menuju ke pantai. Bagi anda yang suka fotografi, anda sudah dapat mulai melakukan aksi mencari gambar-gambar terbaik dari setiap momen ritual adat masyarakat Yogyakarta yang tinggal di pinggiran Pantai Parangkusumo ini. Akan ada banyak para remaja dan ibu-ibu membawa sesajen yang akan dilarung di Pantai Selatan.
Selanjutnya, didepan deburan ombak Pantai Laut Selatan, akan ada semacam komunikasi mistis antara seorang abdi dalem untuk meminta ijin agar Ratu Selatan mau menerima sesajen yang dibawa. Setelah beberapa saat kemudian para cantrik itu maju menyambut ombak Pantai Selatan sampai ke kedalaman sekitar 50 cm dari telapak kaki. Dan dengan usaha keras, para cantrik itu pun berusaha untuk mendorong sesajen ke tengah laut. Para pengunjung yang percaya akan datangnya berkah bila mendapatkan bagian dari sesajen itu pun tanpa dikomando langsung menuju lautan lepas untuk mengambil apa saja dan peristiwa ini dinamakan ngalap berkah.
Dan dengan berakhirnya ngalap berkah itu, maka berakhir juga prosesi upacara adat Labuhan Alit Parangkusumo. Anda pun dapat menyaksikan para pengunjung yang berhasil mendapatkan bagian dari sesajen pun akan tersenyum sumringah karena ia percaya rejeki tidak akan ‘seret’ tahun ini.

explore pantai di bantul




Angin semilir menerpa wajah kami ketika YogYES menyusuri Jalan Jalur Lintas Selatan, Bantul, Yogyakarta. Tidak ada kendaraan yang melintas, hanya pemandangan gumuk pasir luas dan tertutup barisan semak kecoklatan. Beberapa tiang besar terlihat mencolok di ujung horizon, berdiri tegak dengan baling-baling yang berputar di ujungnya. Ketika mendekat, jumlah kincir angin yang kami lihat pun semakin banyak, terdiri atas berbagai ukuran yang beranekaragam. Kincir-kincir besar terlihat menjulang puluhan meter, ditemani oleh kincir angin kecil yang menempel di tiang lampu jalanan. Inilah pemandangan unik yang menyambut kami ketika berkunjung ke Pantai Baru, sebuah tempat wisata ramah lingkungan di selatan Yogyakarta.
Pantai Baru memang tidak terlalu terkenal jika dibandingkan dengan Parangtritis atau Krakal, namun keunikannya layak untuk diperbincangkan. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Pantai Pandansimo dan Pantai Kuwaru, hanya beberapa ratus meter dari Muara Sungai Progo. Pantai ini disebut pantai "baru" karena baru diresmikan sebagai objek wisata pada bulan Mei 2010, sangat "terlambat" dibandingkan pantai lain yang ada di sekitarnya. Salah satu keunikan pantai ini adalah adanya Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) di dekat pintu masuknya, terlihat puluhan kincir angin yang berdiri tegak di antara kebun dan semak-semak.
"Monggo mas, parkirnya 2000," ujar seorang bapak tua yang menyambut kami di pintu masuk, tepat di ujung jalan tanah yang menghubungkan Pantai Baru dengan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).
Setelah beristirahat sejenak dari perjalanan, YogYES pun memutuskan untuk berkeliling mencari hal-hal menarik yang ada di pantai ini. Kawasan pantai terasa cukup sepi sore itu, dengan hanya beberapa orang yang sibuk berfoto ria di antara pohon cemara udang nan teduh. Semburat biru terlihat di antara batang-batang pohon kehijauan, menunjukkan keindahan laut selatan dengan ombaknya yang tak pernah tenang. Terkadang, terdengar suara motor ATV yang berjalan kencang di atas pasir pantai hitam, berpadu dengan suara ombak dari laut lepas.
Teduhan pohon cemara udang membuat matahari siang tidak terlalu terik. Udara di sekitar pantai justru terasa sejuk seperti berada di hutan, tanpa ada rasa gerah yang sering kita rasakan di pantai-pantai lain. Hal ini membuat Pantai Baru cocok dikunjungi untuk bersantai bersama keluarga, terbukti dari beberapa rombongan yang sedang asyik berpiknik di pesisir Pantai Baru. Sambil tiduran di tikar atau hammock, kita bisa menikmati suasana pantai nan sejuk. Ngobrol bersama kawan pun terasa asyik ditemani es kelapa muda yang banyak dijual di sekitar kawasan pantai. Jika bosan, kita juga bisa mengendarai motor ATV sambil menjajal trek berpasir yang naik-turun di sekitar hutan pantai.
Puas melihat-lihat daerah pantai yang sepi, kami pun kembali dibuat penasaran dengan kehadiran beberapa kincir angin yang ada di sepanjang jalan menuju Pantai Baru. Ada puluhan menara kincir angin yang berdiri tegak di antara kebun palawija. Ukurannya memang tidak sebesar kincir angin di Eropa yang bisa mencapai tinggi ratusan meter, namun kehadirannya sudah cukup menyita perhatian. Tiangnya terbuat dari besi yang disusun seperti menara seluler, dengan baling-baling besar di ujungnya. Baling-baling ini memiliki struktur khusus yang bisa bergerak bebas secara horizontal. Sebuah sirip di bagian belakang menjadi pengendali utama pergerakan struktur ini, sehingga baling-baling tersebut bisa bergerak tepat ke arah datang angin untuk memaksimalkan tenaga kinetik yang ditangkap.
Rupanya kincir tersebut merupakan hasil bantuan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) pada tahun 2010. Bantuan ini merupakan bagian dari program uji coba pembangkit listrik tenaga alternatif untuk mencukupi kebutuhan energi di kawasan wisata Pantai Baru. Selain menggunakan tenaga angin, rupanya pembangkit listrik ini juga menggunakan tenaga matahari dan biogas dari kotoran sapi milik warga. Secara keseluruhan, sistem pembangkit listrik yang disebut Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) ini mampu menghasilkan energi yang cukup untuk menghidupi berbagai kebutuhan masyarakat di sekitar pantai baru, mulai dari kebutuhan listrik kios-kios makanan laut hingga menjalankan mesin pembuat es bagi para nelayan yang baru bersandar.
Selain sebagai pembangkit listrik, kehadiran kincir angin ini juga menarik perhatian para wisatawan. Bentuknya yang unik sering dijadikan objek foto para pengunjung yang datang, baik sekedar memotret dari jauh hinggaselfie di depan menara. Sayangnya, posisi kincir angin yang ada di tengah kebun dan semak-semak sedikit menyulitkan kita untuk berfoto lebih dekat. Selain itu, beberapa kincir angin juga terlihat mulai rusak, mulai dari sekedar berkarat hingga kehilangan baling-baling. Tapi hal ini tetap tidak menghilangkan niat para wisatawan untuk mengabadikan pemandangan unik ala Eropa tersebut.
Setelah beberapa jam berkeliling dan menikmati suasana pesisir laut selatan yang sejuk, kami pun memutuskan untuk pulang. Cahaya mentari temaram mulai menghilang di ufuk barat, menyajikan pemandangan siluet kincir angin yang sayang untuk dilewatkan. Kami pun kembali menyusuri Jalan Jalur Lintas Selatan yang panjang dan sepi, namun kali ini kami ditemani cahaya lampu jalan yang dengan kincir-kincir kecil di atasnya. Sungguh pemandangan yang menawan!

pantai goa cemara

Jogja punya banyak sekali tempat wisata yang membuat kita tak perlu khawatir untuk kehabisan tempat piknik. Masih banyak yang mengira bahwa Jogja tidak punya destinasi wisata pantai. Padahal, wisata pantai di Jogja sangat banyak
Jika membicarakan tentang pantai di Jogja biasanya kita biasanya akan langsung teringat dengan pantai-pantai di Gunung Kidul
Meski tidak sebanyak Gunung Kidul, Kabupaten Bantul juga punya destinasi wisata pantai yang bisa kita kunjungi. Salah satu yang paling terkenal tentu saja adalah Parangtritis. Di sepanjang garis pantai Parangtritis ke arah barat, kita akan menemukan pantai-pantai lain yang mempunya karakteristik yang hampir sama. Salah satunya adalah Pantai Goa Cemara
Meski tidak terlalu terkenal, Pantai Goa Cemara tetap menarik untuk dikunjungi. Sekedar untuk bersantai bersama teman-teman dekat atau untuk mencari hiburan
Pantai Goa Cemara berjarak sekitar 20 km ke arah barat dari Pantai Parangtritis. Seperti kebanyakan pantai di Bantul, Goa Cemara memiliki pasir hitam keabuan. Di Goa Cemara kita bisa melakukan berbagai aktivitas seperti yang biasa kita lakukan di pantai pada umumnya. Yang menarik dari pantai ini adalah keberadaan pohon-pohon cemara di sekitar pantai yang jumlahnya sangat banyak. Tidak jarang, pohon-pohon cemara tersebut dijadikan tempat untuk berteduh para pengunjung sambil ngobrol-ngobrol bersama teman atau keluarga. Beberapa pengunjung bahkan menjadikan Pantai Goa Cemara ini sebagai latar belakang untuk fotografi
foto foto
Hasil gambar untuk pantai goa cemara
pantai goa cemara

air terjun asik bantul

Air Terjun Lepo

Erawan Falls di Thailand seolah memiliki kerabat jauh di pelosok Dlingo. Tiga air terjun bertingkat dengan empat kolam alami yang bisa digunakan untuk berenang atau bermain air adalah pesona Air Terjun Lepo atau Ledok Pokoh. Sensasi dingin segera terasa ketika air jernih yang berwarna hijau kebiruan itu menyentuh kulit. Tak hanya bermain air dan berenang, outbond atau camping pun bisa dilakukan di area wisata Ledok Pokoh. Lihat alamat dan peta lokasinya di Air Terjun Lepo.

EXPLORE MAEMAN JOGJA

Soto Kadipiro
Hasil gambar untuk soto kadipiro asliSoto Kadipiro terletak di jalan Wates. Walaupun berada didekat Kota, masih termasuk Bantul lho tepatnya di Desa Kadipiro Kecamatan Kasihan Bantul. Soto Kadiporo yang sekarang ada terdiri dari beberapa warung soto yang semuanya turun temurun. Pendiri pertamanya adalah Karto Wijoyo pada tahun 1921, dan beliau meninggal pada tahun 1972, kemudian dikelola oleh generasi kedua, yaitu bapak Widadi Dirjo Utomo. Warung ini berada di Utara Jalan (Warna Hijau).  Soto Kadipiro mempunyai rasa ringan, tapi rasa kuahnya gurih. Isi sotonya adalah suwiran ayam kampung, tauge dan kol, ditaburi daun bawang dan goreng.
Biasanya banyak yang menikmatinya untuk sarapan dan makan siang. Kalo anda berkunjung ke Jl Wates ada beberapa warung soto Kadipiro yakni Soto Kadipiro, Soto Kadipiro II, Kadipiro Baru dan Kadipiro Plus, mereka semua pewaris resep dari bapak Karto Wijoyo. (image : armandex.blogspot.com)
Ayam Goreng Mbah Cemplung
Ayam goreng mbah Cemplung terletak di sebelah barat Desa Wisata Kasongan tepatnya didusun Semanggi Kasongan Bantul
Menu andalannya ya tentu saja Ayam Goreng Ayam Jawa yang disajikan dengan sambel mentah yang maknyuss. Dari sisi tempat mungkin kurang representatif namun pengunjungnya apabila jam-jam istirahat membludak dan jarang banyak tamu yang tidak kebagian tempat (image : lokerz.com -Kristupha Saragih)
Gudeng Nggeneng
Gudeg ngGeneng terletak di Panggung Harjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul Mungkin yang belum pernah ke Bantul, agak sulit dicari karena rumahnya terletak di tengah perkampungan tepatnya sebelah barat  ISI Jogja. Warung makan ini dimiliki oleh mBah Martodiryo atau mBah Marto Gowok .
Gudeg basah dan mangut lele merupakan menu utama di warung ini. Mangut lele menjadi unik karena cara memasaknya dan rasanya yang khas. Lele di sini diasapi dulu sebelum dimasak dengan bumbu mangut. Lele ditusuk dengan pelepah daun kelapa (bongkok), ditumpuk dan kemudian diasapi dengan menggunakan sabut kelapa. Dan yang paling unik adalah penyajian langsung di dapur sehingga nganeni untuk selalu di kunjungi.  (image : kuliner-online.com)
Bakmi Mbah Mo Code
Mungkin warung bakmi ini adalah yang paling populer dikalangan pecinta kuliner malam di Jogja. Setiap hari yang datang selalu banyak dan antri kalo ingin mencicipi Bakmi Mbah Mo ini. Lokasinya terletak di dusun Code Trirenggo Bantul.
Menu spesial ya tentu saja Bakmi, mau yang godog, goreng atau nyemek (kering nggak basah juga nggak) dan maknyuss pastinya.

Sate Klathak Jejeran
Buat yang tidak punya penyakit darah tinggi Kuliner yang satu ini wajib di coba. Sate Klathak ini adalah sate khas nJejeran Bantul berupa sate kambing bumbu garam, sehingga rasanya agak asin, akan lebih pas jika cara mengkonsumsinya dengan nasi putih yang diberi kuah. Lokasinya agak sedikit jauh dari Kota Yogyakarta tepatnya di Jl. Imogiri Timur KM 8 nJejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul. (image http://myshant.multiply.com)
Sambel Welut Pak Sabar
Mungkin bagi sebagian orang belut menjijikan namun ditangan Pak Sabar ini menjadi kuliner yang membuat air liur netes terus alias ngeces untuk mencicipinya.
Lokasi Sambel welut Pak Sabar berada di Jln Imogiri Barat km 6, Dokaran, Tamanan,
Banguntapan, Bantul. 
Tempatnya tidak jauh dari Kota Yogyakarta. Menu spesialnya adalah belut goreng beserta sambalnya, namun ada juga menu lainnya yakni kutuk goreng (ikan gabus) dan lele goreng. Pokoke maknyuus dah, apalagi sambelnya. (image : kuliner-online.com)
Pecel lele Sendang Semanggi
Pecel lele Mbah Warno ini mungkin kuliner yang paling jadul dengan tempat seadanya. Namun karena kejadulannya banyak yang sering mampir ke sisi. Tempatnya dekat dengan warung Ayam Goreng Mbah Cemplung tepatnya arah selatan sekitar 500 meter. Jadi Kalo anda ke Desa Wisata Gerabah Kasongan, anda bisa mampir ke warung ini atau ke Ayam Goreng mbah Cemplung. (image :pesonajogja.com)

Tongseng Ayam Sudimoro
Warung Sudimoro di Jalan Jenderal Sudirman No 2 Bantul, Yogyakarta, atau tepatnya di sebelah selatan Pasar Bantul. Menu spesial tentu saja tongseng ayam, hehe ga mungkin kan sate kambing. Nah buat yang hobi makan ayam namun dengan masakan laen, warung yang satu ini wajib di kunjungi.

Pecel Wader Wiyoro
Pecel Wader (ikan) ini terletak di Jalan Wonosari tepatnya Wiyoro Banguntapan Bantul. Lokasinya cukup mudah di jangkau dari arah Yogyakarta. Masakan wader goreng yang disajikan secara jadul ini sangat menggugah selera.
image http://myshant.multiply.com

Nah yang satu apa ya? …… Bisa diwakili oleh salah satu komentar dibawah
Mmmmm yummi yummi!!!, itulah sepuluh kuliner maknyuss di Bantul yang bisa anda kunjungi dan cicipi tentunya. Sebenarnya masih banyak tempat-tempat lain selain yang saya sebutkan diatas

WISATA RELIGI PALING ASIK

1. Pantai Parangtritis

Bicara tentang Wisata Bantul, maka yang tak dapat dilewatkana dalah tempat wisata berupa pantai yang pastiya sangat menarik. Ada beberapa pantai indah yang ada di Bantul. Perlu diketahui bahwa sebelah selatan Kabupaten Bantul berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga ada beberapa lokasi wisata pantai dengan pemandangan yang indah. Namun harap berhati-hati, karena pantai-pantai ini memiliki ombak yang sangat besar. Bahkan beberapa kali sempat menelan korban jiwa. Pantai-pantai ini juga sering dijadikan sebagai lokasi ritual tertentu oleh pihak Keraton Yogyakarta.
Pantai Parangtritis adalah tempat wisata pantai di Bantul Yogyakarta yang sangat populer. Pantai ini terdapat di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Pantai Parangtritis menawarkan keindahan wisata berupa hamparan pantai dengan pasir putih yang sangat luas. Di beberapa lokasi terdapat gumuk pasir yang sangat indah. Di tempat ini pada malam satu Suro diadakan ritual khusus menyambut tahun baru Islam yang diadakan Keraton Yogyakarta.Pantai Parangkusumo merupakan obyek wisata Pantai di Bantul Yogyakarta yang berdekatan dengan Pantai Parangtritis. Pantai Parangkusumo juga merupakan obyek wisata yang menarik di Bantul. Selain karena keindahan pemandangannya, Pantai Parangkusumo juga diminati karena faktor mistisnya. Di Pantai Parangkusumo terdapat sebuah bangunan yang diberi nama Cepuri. Di dalam Cepuri terdapat dua buah batu yang diberi nama Batu CInta, Konon katanya diatas batu ini pernah dilakukan pertemuan antara Panembahan Senopati, Raja Kerajaan Mataram yang pertama dengan Ratu Kidul Penguasa Pantai Selatan. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Ratu Kidul akan membantu Mataram untuk menjadikannya kerajaan yang disegani di Tanah jawa. Oleh karena itu banyak yang menjadikan Pantai Parangkusumo ini sebagai tempat untuk bermeditasi, bersemedi, melakukan ritual khusus untuk mencapai tujuan tertentu.Tempat wisata di Bantul yang cukup unik adalah Pemandian Air Panas Parang Wedang. Dikatakan unik karena pemandian air panas ini tidak terdapat di pegunungan seperti kebanyakan pemandian air panas, namun lokasinya terbilang dekat dengan pantai. Pemandian Air Panas Parang Wedang berlokasi tidak jauh dari Pantai Parangtritis.Di pemandian ini sudah dibangun kolam penampungan berukuran 9 x 8 m dan beberapa kamar mandi air hangat untuk para pengunjung.
Tempat wisata pantai di Bantul selanjutnya adalah Pantai Samas. Pantai ini terletak di Kecamatan Senden Kabupaten Bantul Yogyakarta. Lokasi Pantai Samas adalah berjarak 25 km ke arah selatan Kota Yogyakarta. Di Pantai Samas terdpat mercusuar yang digunakan sebagai navigasi bagi para nelayan. Bagi pecinta fotografi, nampaknya tempat ini dapat dieksplore lebih lanjut sebagai bahan obyek fotografi anda. 



Selain terdapat wisata alam berupa pantai yang indah, Kabupaten Bantul juga terdapat wisata keluarga berupa taman bermain bagi anak-anak kita yaitu Kids Fun. Kids Fun terdapat di Jalan Wonosari Km 10 Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Disini terdapat berbagai wahana permainan yang bisa dinikmati seperti Bumper Car, Gokart, Kolam Renang, Flying Fox, Swinger dan lain sebagainya. 



Selain Kids Fun, Bantul juga terdapat taman bermain bagi anak, yaitu Balong Waterpark. Nah kalau tempat wisata ini berupa wisata permainan air yang sangat digemari oleh anak-anak. Balong Waterpark terletak di  sebelah timur Kota Yogyakarta tepatnya berada di Jalan Pleret Km 1,5, Balong Potorono, Bantul, Yogyakarta. Di tempat ini terdapat berbagai macam permainan air yang disediakan, termasuk diantaranya adalah seluncuran air dengan tinggi 12 meter dan 9 meter, selain itu juga tersedia seluncuran khusus keluarga atau family slide yang berukuran cukup lebar.Taman Wisata Tirta Tamansari di Bantul atau Waterbuur Bantul ini merupakan tempat wisata keluarga di Bantul yang menyediakan kolam renang dan juga fasilitas outbound. Lokasi Taman Wisata Tirta Tamansari berada di Jalan Wijaya Kusuma No. 180, Niten, Trirenggo Bantul, Yogyakarta. Jika anda dari Masjid agung Bantul terus saja berjalan ke arah timur. Harga tiket masuk di Taman Wisata Tirta Tamansari  cukup murah yaitu hanya Rp. 7000 dan buka mulai pukul 07.00 – 20.00 WIB. Destinasi wisata di Bantul ini sangat cocok untuk menghabiskan liburan bersama keluarga.Goa Selarong merupakan tempat wisata religi di Bantul yang sangat bersejarah. Dahulu Goa Selarong ini sering digunakan Pangeran Diponegoro untuk menyendiri, dan kemudian digunakan sebagai markas perang gerilya melayan Hindia Belanda. Goa Selarong terdapat di Dukuh Kembangputihan, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta. Banyak orang yang berkunjung ke Goa Selarong ini, karena ingin mengingat kembali sejarah perjuangan Pengeran Diponegoro melawan Penjajah Belanda. Selain terdapat Goa yang bersejarah di tempat ini juga sudah dibangun bumi perkemahan.Makam Imogiri merupakan tempat pemakaman Raja-Raja dan keluarga raja Kasultanan Mataram. Makam ini oleh penduduk Bantul dianggap keramat. Pemakaman Imogiri memiliki beberapa nama lain yaitu Pasarean Imogiri dan Pajimatan Girirejo Imogiri. Menurut sejarah, Pemakaman Imogiri ini dibangun oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo pada tahun 1632. Lokasi pemakaman Imogiri ini berada di atas perbukitan yang masih dalam gugusan Pegunungan Seribu dan beralamat di usun Pajimatan, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Makam Imogiri merupakan salah satu wisata religi di Bantul yang cukup diminati. Apabila anda berkunjung disini, anda dapat membeli buku cecil yang berisi tentang Sejarah makam Imogiri termasuk nama-nama Raja yang dimakamkan di Pemakaman Imogiri ini.Destinasi wisata lainnya yang dapat anda jadikan pertimbangan adalah wusata sejarah berupa Masjid Kotagede Yogyakarta. Masjid Agung Kotagede ini merupkan bangunan yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Bangunan Masjid ini merupakan Masjid tertua di Yogyakarta dan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Agung pada tahun 1640-an. Di Masjid Kotagede ini banyak ditemui benda-benda bersejarah yang berusia ratusan tahun, diantaranya adalah bedug yang usianya sudah ratusan tahun, serta tembok berperekat air aren.Goa Cerme merupakan tempat wisata berupa Goa di Kabupaten Bantul yang memiliki pemandangan berupa stalagtit dan stalagmit yang sangat indah. Goa ini berada di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Goa Cerme berada di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Goa ini memiliki panjang sekitar 1,5 km serta berujung di Desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Pantai di Kabupaten Bantul lainnya adalah Pantai Goa Cemara. Pantai ini sebenarnya memiliki pemandangan yang indah, meskipun masih kalah populer dibandung dengan Pantai Parangtritis dan juga Pantai Samas. Nama Pantai ini Pantai Goa Cemara diambil karena di jalan masuk pantai ini terdapat banyak pohon cemara yang berjejer sehingga membentuk seperti goa. Lokasi Pantai Goa Cemara terdapat di Desa Patehan, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. 
Demikian tadi 12 Tempat Wisata di Bantul Yogyakarta Paling Populer. Selain 12 tempat wisata diatas, Kabupaten Bantul juga terdapat tempat wisata lain yang juga sangat menarik. Di bawah ini akan kami tampilkan daftar tempat wisata di Bantul secara lengkap.

2. Pantai Parangkusumo

3. Pemandian Air Panas Parang Wedang

4. Pantai Samas

5. Kids Fun

6. Balong Waterpark

7. Taman Wisata Tirta Tamansari (Waterbyur Bantul)

8. Goa Selarong

9. Makam Imogiri Yogyakarta

10. Masjid Kotagede Yogyakarta

11.  Goa Cerme

12. Pantai Goa Cemara